Dibanding SARS Virus Corona Wuhan Dinilai Tidak Mematikan

Dibanding SARS Virus Corona Wuhan Dinilai Tidak Mematikan

Dibanding SARS Virus Corona Wuhan Dinilai Tidak Mematikan

 

WAHIDPOKER Dibanding SARS Virus Corona Wuhan Dinilai Tidak Mematikan Virus corona baru dari Wuhan, Tiongkok tidak masuk kategori mematikan bila dibandingkan Middle East Respiratory Syndrome MERS dan severe acute respiratory syndrome SARS. Pandangan tersebut disampaikan dokter spesialis penyakit dalam sekaligus pakar penyakit infeksi dan tropis Erni Juwita Nelwan. DominoQQ

Klik disini untuk Daftar dan Bergabung di situs WAHIDPOKER

WAHIDPOKER.COM

Baca Juga : Majelis Hakim Menolak Eksepsi Pablo Benua Dan Galih

Tidak mematikan apalagi ini virus corona Wuhan bukan human coronavirus sebenarnya. Kalau human corona Mers dan Sars rata-rata lebih agresif sehingga korban yang terpapar lebih cepat meninggal. Kalau virus corona yang Wuhan enggak begitu. Jelas Erni saat ditemui di Kantor PB Ikatan Dokter Indonesia IDI, Jakarta Pusat dilansir dari WAHIDPOKER Minggu (26/1/2020).

Baca Juga : Biaya Sekolah Anak Artis Puluhan Hingga Ratusan Juta Rupiah

Disebutkan juga virus corona Wuhan biasa ditemukan pada ular dan kelelawar. Pada kasus virus corona 2019 ncov beberapa ilmuwan menduga kemunculannya karena mutasi virus dan perilaku kelelawar dimakan ular, kemudian ular dimakan oleh manusia.

Tidak biasanya corona ini menginfeksi manusia karena masuk kategori zoonotik atau penyakit yang biasanya menular dari hewan ke hewan. Sehingga tidak terlalu berefek besar pada manusia. Poker Online Terpercaya

Baca Juga : Model Jepang Ini Gugat Cerai Suaminya yang Bangkrut

Lagi pula orang-orang yang dilaporkan mengalami gejala virus corona Wuhan, misal demam dan sesak malah boleh langsung pulang setelah diberikan obat menangani gejalanya terang Erni menjelaskan. Super 10

 

Penularan yang Sangat Cepat

Lantas mengapa banyak pemberitaan menulis bahwa virus corona Wuhan disebut mematikan. Erni menjawab penyebutan kata mematikan karena 2019 nCOV penularannya sangat cepat. Menular melalui udara dan virus corona Wuhan memiliki masa inkubasi 2 sampai 14 hari pada manusia.

Data Systems Science and Engineering, Johns Hopkins Center yang diakses Health Bandar Ceme pada Minggu (26/1/2020) pukul 10.50 WIB mencatat 1.438 kasus yang terkonfirmasi virus corona.

Dilihat dari fatalitas atau angka kematiannya virus corona Wuhan belum masuk kategori yang mematikan. Misal dari 830 orang yang terinfeksi. Angka kematiannya 25 orang Bisa dibilang mematikan jika angka perbandingannya dari 100 orang yang terjangkit 77 orang diantaranya meninggal dunia.

Baca Juga : Saat Diriku Menikmati Sekertaris Yang Masih Perawan Dan Bahenol

Penjelasan yang kurang lebih senada juga sampaikan Erni. Orang selalu menyalahkan virusnya. Disebut virus mematikan. Padahal kalau dilihat tadi ketakutan terjadi kalau yang meninggal banyak sekali. Mungkin bolehlah kalau yang seperti itu mematikan Erni menegaskan. Capsa Susun

Orang-orang yang meninggal dunia akibat 2019 ncov rata-rata karena mereka memiliki riwayat penyakit lain. Contohnya diabetes, lupus, dan imunitas yang rendah.

Betul kalau virus yang masuk 2 sama virus yang masuk 10 tentu lebih berat kalau masuknya 10 virus. Tapi perjalanan sakit seseorang yang mengalami gejala virus corona baru bisa saja dari hari ke hari sembuh. Bahkan besok sembuh atau lusa sembuhnya, tergantung sistem imun orang yang bersangkutan lanjut Erni yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Baca Juga : Wanita Ini Besarkan 3 Anak Hingga Sukses walaupun Sebagai Pemulung

 

Penyakit SARS

SARS pertama kali dilaporkan di Asia pada Februari 2003. Penyakit ini menyebar ke lebih dari 20 negara di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Setelah tahun 2004 belum ada kasus SARS yang diketahui dilaporkan di negara mana pun di dunia menurut data OMAHA.

Gejala SARS biasanya dimulai dengan demam dan kadang-kadang dikaitkan dengan menggigil atau gejala lain seperti sakit kepala perasaan tidak nyaman, nyeri pada tubuh. Awalnya ada beberapa orang juga memiliki gejala pernapasan ringan. Sekitar 10-20 persen pasien mengalami diare.

Setelah 2-7 hari pasien SARS mengalami batuk kering dan tidak produktif atau merasa sesak nafas. Gejala-gejala mungkin disertai atau berkembang menjadi hipotermia, yang mana kadar oksigen dalam darah rendah hipoksia. Sebagian besar pasien mengalami pneumonia.

WAHIDPOKER.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *