Cerita Dewasa Merayu Devi Cewek Montok

Cerita Dewasa Bermesraan Dan Merayu Devi Cewek Montok

 

Cerita Dewasa Merayu Devi Cewek Montok

Cerita Dewasa Merayu Devi Cewek Montok – Kakaaaakk devi berteriak. Saya mulai cemas jika Nanti ada penduduk yang dengar gimana. Saya dapat dihajar masa. Akhirnya saya menghentikan aksi birahi saya danĀ  mutusin untuk merayu devi pelan pelan sambil mengelus-elus pundaknya dan mengelus rambutnya lalu bicara pelan-pelan. Devi tenang aja ya kakak gak bermaksud apa-apa dengan devi.

Kakak tidak menyakiti devi karena kakak sayang banget sama devi. Lalu saya cium leher devi dan tangan saya mulai lagi main-main membelai belahan dadanya dan meremas dan mengelus lantas turun ke wilayah memeknya. Devi mohon tidak boleh ya kak. Devi sangat takut kak. Devi pokoknya santai aja yaa. Kakak gak bakal nyakitin devi. Kakak Sayang sama devi. Tangannya terus mendorong-dorong saya. Devi ketakutan setengah mati. Saya terus menyerahkan rangsangan dengan terus menciumi leher devi. Kemudian turun dan menjilati puting teteknya yang merona.

Baca juga : Memuaskan Tubuh Istri Karyawanku Di Pesta Pernikahan

Poker Online Tangan kanan saya mengelus-elus wilayah memeknya. Jari tengah mulai saya masukkan ke selakangan memeknya. Saya terus mainkan tersebut pelan-pelan. Kakak.. Devi mohon sama kakak karena belom pernah begituan kak. Ku jajah Anak Ibu Kos yang Perawan Tangannya terus menahan tangan kanan saya yang menjamah didaerah bibir memeknya. Saya hanya jawab permohonan devi dengan ciuman dan kuluman dibibirnya. Saya terus lumat bibir devi dan memeknya dilumat jari tengah saya. Perlahan saya masukan jari tengah saya dengan pelan-pelan. Terasa wilayah memeknya devi telah basah. Mengetahui wilayah memeknya nya telah basah dan licin saya jadi yakin bila sebenarnya devi pun pingin merasakan permainan saya. Kayaknya devi pun sudah tidak mengindikasikan perlawanan yang kuat. kak.. Masukin jari kakak pelan-pelan ya. Iya Devi tenang saja ya. Kakak akan pelan-pelan.

 

Cerita Dewasa Bermesraan Dan Merayu Devi Cewek Montok

wahid288.com

Ceme – Belum lagi devi menyerahkan persetujuannya jari tengah saya terus saja masuk ke memeknya. Akhirnya jawaban devi Cuma erangan dan desahan. Saya terus mainkan dengan memasukkan jari tengah saya kedalam memeknya sedikit demi sedikit. Akhirnya jari tengah saya dapat masuk. Kakak.. devi fobia kak. Tapi kakinya justru membuka lebar dan sesekali nafasnya agak berat. Saya yakin devi sebenarnya jarang sekali melakukan masturbasi. Cewek-cewek seperti cewek hyperseks yang tidak jarang memuaskan dirinya dengan masturbasi sendiri.

Saya sibuk dengan tangan kiri saya mengelus rambutnya dan mulut saya sesekali mengisap dan menjilati putingnya dan tangan kanan saya memasukkan jari kedalam memek devi yang kian banjir dengan cairan dan licin. Akhirnya saya gak tahan lagi dengan sekejap segera saya lepaskan seluruh pakaian saya sampai kami berdua telah benar-benar telanjang bulat. Segera saya tindih tubuh devi yang tergeletak.

 

wahidpoker.com

 

Baca juga : Tabrak Nenek di Bogor Pengendara Harley Menanti Keadilan

 

Domino QQ – Tampaknya devi telah diliputi gejolak birahi yang tidak dapat di kontrol. Saya kian birahi dan bersemangat. Perlahan saya sempret-sempretkan kontol saya yang udah tegang dari tadi ke bibir memeknya Renita. Renita yang kian terangsang gak bisa melakukan apa-apa di samping pasrah.

Jiwa raganya telah diliputi hasrat seks. Setelah penis saya licin dengan cairan devi perlahan saya tancapkan penis saya ke dalam Renitang memek devi. Walaupun kegiatan saya halus dan pelan tetap saja Renita mengerang kesakitan. Sekarang penis saya tercampur dengan cairan licin dari devi dan darah virginnya. Kemudian devi menangis namun bibirnya terus menerbitkan suara Arrhhh.. ahhhh.. kakak..

Saya gak ingin ambil pusing. Saya sibuk dengan mengobrak abrik memek devi yang paling sempit supaya batang penis saya dapat masuk lebih dalam lagi. Dibantu dengan cairan pelicin devi yang telah banjir. Penis saya dapat masuk semuanya. Saya terus menggenjot dengan maju mundur batang penis saya. Sesekali saya cium dan jilatin leher devi sampai ke teteknya. Kemudian puting nya saya emut dan sedot sekuat-kuatnya. Akhirnya saya mempunyai firasat devi bakal birahi kembali. Segera saya atur dengan kecepatan goyangan saya.

Saya juga pengen terbit dan klimaks. Akhirnya devi lebih dahulu menjangkau klimaks dan berteriak. Kakakk.. Berurutan setelah tersebut saya pun keluar menyemprotkan cairan pejuh saya didalam memeknya. Aaaaahhh Ahhhh devi. Saya ngecrooot.

Beberapa kali semburan dengan mengurangi penis saya sedalam mungkin kedalam Renitang memeknya. Devi juga menjepitkan pahanya. Akhirnya untuk saat kita merasakan dan menikmati nikmatnya bagaimana orgasme yang sebenarnya. Beberapa ketika setelah tersebut terasa kedut-kedut dan denyutan dari memeknya.

Penis saya yang masih Didalam Memeknya dan belum saya cabut. Batang penis saya tersebut saya biarin hingga lemas didalam memeknya devi. Saya terus melihat wajah menawan devi yang lemas sayu sesudah saya renggut bunga keperawanannya. Sesaat saya jadi tak tega dan kasihan telah mengerjakan ini semua untuk devi. Kembali saya elus-elus dan benerin rambutnya yang berantakan. Saya tatap matanya dalam-dalam sambil berbicara pelan. Devi maukah anda jadi pacar kakak? Devi diam saja tanpa berkata apa-apa.

Saya tau dia udah punya pacar. Tapi saya sama sekali gak tau apa yang inginkan saya katakan selain tersebut kepada devi. Saya pasang celana dan pergi dari kamar devi. Devi masih terdiam lemas dan sayu diranjangnya dan belum menggunakan pakaiannya. Saya udah siap dengan segala resiko dari tindakan saya barusan. Setelah tersebut saya langsung berkemas di dalam kamar kos saya.

Super 10 – Mungkin sesudah ini devi akan melaporkan semua tersebut ke orang tuanya dan saya akan di pidana kan. Siang harinya saya sudah beres-beres barang-barang. Saya pengen cabut duluan sebelum saya di usir sama orang tuanya devi Atau barangkali saja urusan yang lebih buruk akan terjadi ke saya. Ternyata pintu kamar kos saya diketuk. Setelah saya buka ternyata devi. Saya persilahkan devi masuk. Devi juga masuk kedalam kamar saya. Devi menyaksikan saya telah berkemas dengan barang siap-siap ingin kabur.

Kakak ingin kemana. tanya devi berkata Saya hanya diam. Kakak gak boleh pergi. Gimana coba bila devi hingga hamil? Kakak mesti bertanggung-jawab untuk semua ini kata devi.

Baiklah kakak tak bakal pergi. Kakak bakal tanggung jawab bila terjadi apa-apa. Tapi kakak mohon tidak boleh mengadu sama orang tua devi ya. Devi melulu mengangguk dan dengan matanya masih sembab sebab menangis. Saya jadi kasihan kesudahannya devi saya peluk lagi. Seminggu sesudah itu saya dan devi Cuma diam-diam dan tak terdapat tegur sapa. Tapi kesudahannya saya mengupayakan beranikan diri lagi guna menegurnya dan mengajaknya berkelakar lagi.

Akhirnya saya dapat ngajakin devi untuk bersangkutan badan lagi. Ya Kadang dikamar saya kadang dikamar devi. Bahkan dia sempat istirahat di kamar saya dan sebenarnya orang tuanya dirumah. Ternyata devi jarang kali diliputi sex gairah. Permainan Ngentot ini kami semakin hari semakin bervariasi. Dalam masa-masa tak tidak cukup dari seminggu devi telah berani menelan semua sperma yang saya semburin didalam mulutnya.

 

wahidpoker.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *